Minggu, 14 Oktober 2012


SEJARAH JURNALISTIK DI DUNIA
  
Awal  mulanya muncul jurnalistik dapat diketahui dari berbagai literatur tentang sejarah jurnalistik senantiasa merujuk pada “Acta Diurna” pada zaman Romawi Kuno masa pemerintahan kaisar Julius Caesar (100-44 SM).
“Acta Diurna”, yakni papan pengumuman (sejenis majalah dinding atau papan informasi sekarang), diyakini sebagai produk jurnalistik pertama; pers, media massa, atau surat kabar harian pertama di dunia. Julius Caesar pun disebut sebagai “Bapak Pers Dunia”.
Sebenarnya, Caesar hanya meneruskan dan mengembangkan tradisi yang muncul pada permulaan berdirinya kerajaan Romawi. Saat itu, atas peritah Raja Imam Agung, segala kejadian penting dicatat pada “Annals”, yakni papan tulis yang digantungkan di serambi rumah. Catatan pada papan tulis itu merupakan pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat dan memerlukannya.
Saat berkuasa, Julius Caesar memerintahkan agar hasil sidang dan kegiatan para anggota senat setiap hari diumumkan pada “Acta Diurna”. Demikian pula berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui rakyatnya. Papan pengumuman itu ditempelkan atau dipasang di pusat kota yang disebut “Forum Romanum” (Stadion Romawi) untuk diketahui oleh umum.
Berita di “Acta Diurna” kemudian disebarluaskan. Saat itulah muncul para “Diurnarii”, yakni orang-orang yang bekerja membuat catatan-catatan tentang hasil rapat senat dari papan “Acta Diurna” itu setiap hari, untuk para tuan tanah dan para hartawan.
Dari kata “Acta Diurna” inilah secara harfiah kata jurnalistik berasal yakni kata “Diurnal” dalam Bahasa Latin berarti “harian” atau “setiap hari.” Diadopsi ke dalam bahasa Prancis menjadi “Du Jour” dan bahasa Inggris “Journal” yang berarti “hari”, “catatan harian”, atau “laporan”. Dari kata “Diurnarii” muncul kata “Diurnalis” dan “Journalist” (wartawan).
Dalam sejarah Islam, seperti dikutip Kustadi Suhandang (2004), cikal bakal jurnalistik yang pertama kali di dunia adalah pada zaman Nabi Nuh. Saat banjir besar melanda kaumnya, Nabi Nuh berada di dalam kapal beserta sanak keluarga, para pengikut yang saleh, dan segala macam hewan.
Untuk mengetahui apakah air bah sudah surut, Nabi Nuh mengutus seekor burung dara ke luar kapal untuk memantau keadaan air dan kemungkinan adanya makanan. Sang burung dara hanya melihat daun dan ranting pohon zaitun yang tampak muncul ke permukaan air. Ranting itu pun dipatuk dan dibawanya pulang ke kapal. Nabi Nuh pun berkesimpulan air bah sudah mulai surut. Kabar itu pun disampaikan kepada seluruh penumpang kapal.
Atas dasar fakta tersebut, Nabi Nuh dianggap sebagai pencari berita dan penyiar kabar (wartawan) pertama kali di dunia. Kapal Nabi Nuh pun disebut sebagai kantor berita pertama di dunia.




Nama : Novian Dwi Kurniawan
Kelas : 3SA02
NPM : 15610069
Dosen : Nuriyati Samatan
Fakultas : Sastra
Jurusan : Sastra Inggris

Pelantikan Gubernur DKI Jakarta

PELANTIKAN GUBERNUR DKI JAKARTA JOKO WIDODO - BASUKI TJAHAJA PURNAMA



   Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, Senin, (15/10/2012) ini akan dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Prosesi pelantikan akan dilaksanakan di Ruang Paripurna, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta di Jalan Kebun Sirih, Jakarta Pusat.

Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Kehumasan Provinsi DKI Jakarta, Eko Hariadi mengatakan rangkaian acara Pelantikan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dimulai pukul 10.00 sampai 12.55 WIB. "(Pelantikan) nanti kira-kira dimulai jam 10 pagi sampai sekitar jam 12.55 siang. Nanti terakhirnya Pak Joko Widodo bersama Pak Basuki akan memasuki ruang kerja mereka," kata Eko, saat dihubungi Minggu, malam.

Berikut adalah rangkaian acara pelantikan Jokowi-Ahok: pukul 10.00 WIB, undangan sudah memasuki dan menempati ruang rapat paripurna.  Pukul 10.00 -10.05 WIB, Mendagri, Pimpinan Dewan, Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih tiba di lobby gedung DPRD. Pukul 10.05-10.10 WIB, tarian Selamat Datang. Pukul 10.10-10.15 WIB, Mendagri, Pimpinan Dewan, dan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih memasuki Ruang Rapat Paripurna.

Pukul 10.15-10.18 WIB, pengantar acara. Pukul 10.18 WIB-10.25 WIB, lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan. Pukul 10.25-10.40 WIB, pembukaan rapat paripurna istimewa DPRD provinsi DKI Jakarta oleh Ketua DPRD. Pukul 10.40-10.45 WIB, pembacaan Keppres oleh Sekretaris DPRD DKI. Pukul 10.45 -10.55 WIB, pengambilan sumpah atau janji jabatan dan pelantikan gubernur dan wakil gubernur oleh menteri dalam negeri.

Pukul 10.55 -11.00 WIB, penandatanganan berita acara pengucapan sumpah atau janji jabatan gubernur dan wakil gubernur. Pukul 11.00 -11.05 WIB,  kata-kata pelantikan. Pukul 11.05 -11.15 WIB, pemasangan tanda pangkat jabatan, penyematan tanda jabatan serta penyerahan keputusan presiden republik indonesia. Pukul 11.15 -11.20 WIB, penandatanganan naskah pakta integritas gubernur provinsi DKI Jakarta. Pukul 11.20 -11.25 WIB, penandatanganan berita acara serah terima jabatan dilanjutkan penyerahan memori pelaksanaan tugas jabatan. Pukul 11.25 -11.45 WIB, sambutan Mendagri RI. Pukul 11.45 -11.50 WIB, pembacaan doa. Pukul 11.50 -11.55 WI, lagu hymne Gita Jaya dinyanyikan. Pukul 11.55 -12.00 WIB, penutupan rapat paripurna istimewa DPRD DKI oleh Ketua DPRD DKI.

Pukul 12.00 -12.55 WIB, pemberian ucapan selamat. Pukul 12.55-selesai, ramah tamah dan santap siang bersama. Pada pukul 12.55-13.04, Gubernur Joko Widodo akan melakukan pidato di panggung rakyat yang terletak di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih. Pukul 13.04-13.25 WIB, Gubernur Joko Widodo akan melakukan proses "palang pintu" di Balai Agung, Jalan Merdeka Selatan. Pukul 13.25-selesai, pelantikan istri Joko Widodo, Iriana, sebagai Ketua PKK.





Nama     : Novian Dwi Kurniawan
Kelas      : 3SA02
NPM       : 15610069
Dosen     : Nuriyati Samatan
Fakultas  : Sastra
Jurusan  : Sastra Ingrris